Banyak artikel kesehatan menyarankan agar kita membatasi konsumsi
makanan yang mengandung lemak. Lemak dipercaya bisa menyebabkan
kolesterol tinggi penyebab sakit jantung. Namun penelitian terbaru
menunjukkan hal lain.
Tampaknya Anda tidak perlu bermusuhan
dengan berbagai jenis lemak. Sebuah penelitian terbaru merontokkan teori
tahun 1970 tentang bahaya lemak dan kolesterol yang dapat membahayakan
kesehatan jantung.
Dilansir oleh Newsmaxhealth.com, Rabu
(23/10), penelitian terbaru yang ditulis dalam British Medical Journal
menunjukkan bahwa lemak jenuh bukan hal yang menyebabkan penyakit
jantung. Pemberian obat seperti statin yang dapat menurunkan kolesterol
mengalihkan perhatian kita pada bahaya yang lebih besar.
Kolesterol dan Lemak Tidak Sejahat Asumsi banyak Orang
Aseem
Malhotra, peneliti sekaligus spesialis registrar kardiologi di Croydon
University Hospital London mengatakan bahwa penelitian di tahun 1970
tidak mendukung hubungan asupan lemak jenuh dan risiko penyakit jantung.
Beliau menambahkan, orang yang mengonsumsi makanan rendah lemak
memiliki tingkat kolesterol yang tidak sehat, padahal kolesterol sendiri
bermanfaat untuk tubuh.
Aseem Malhotra kembali menambahkan bahwa
usaha untuk menjaga asupan lemak akan sia-sia, karena industri makanan
mengganti lemak jenuh dengan tambahan gula. Tambahan gula inilah yang
pada akhirnya menyebabkan kegemukan dan menyebabkan berbagai penyakit.
Padahal,
konsumsi makanan alami seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, ikan dan
sayuran lebih menjaga kesehatan jantung dibanding mengonsumsi obat
penurun kolesterol seperti statin.
"Sudah waktunya untuk menghentikan mitos bahwa lemak jenuh menyebabkan penyakit jantung," ujar Aseem Malhotra.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar